MAGIC HOURS DAN KOPI KEBAHGIAAN
MAGIC HOURS
DAN KOPI KEBAHGIAAN
Pagi yang
dingin membuat semua orang pengen minum yang panas, dan suasana seperti ini
cocoknya sambil minum kopi dan pelengkapnya satu sendok gula. Suara seduhan air
dari dapur sudah terdengar
“Non ini kopinya”
Ternyata bik
santi datang mengantarkan segelas kopi ke kamar Gweny.
“makasih ya bik, bibik tau aja yang
gweny suka”
Namanya
Gweny dia itu suka banget minum kopi, apa pun jenis kopi. Jika sehari tidak
minum kopi, ibaratkan gula sudah tak semanis tebu.
“Ting tongg Ting tong.......”
Sura bel
rumah terdengar. Gweny meloncat dari tempat tidur bergegas ke luar untuk
membukakan pintu.
“itu pasti Niko, dia udah mau jemput
tapi gue belum mandi”
Gue senyum
senyum sendiri sambil membukakan pintu dengan rambut acak acakan.
“hay Gwen udah siap pergi kuliah”
Niko
terbengang diam melihat Gweny yang belum siap sama sekali. Niko ini teman baik
Gweny dari smp, mereka hampir tidak pernah meninggalkan satu sama lain, kemana
mana aja selalu berdua.
“gwenyyy lo belum siap ini udah jam berapa, mandi gii”
Niko marah-marah
, keluar lah kata kata bijaknya yang katanya mengalahkan mario teguh ituuu.
“emang lo betah nunggu gue mandi,
dandan, sarapan, lo sanggup nanti lo telat lagi”
“sejak kapan sih seorang Niko ini
nggak betah nungguin seorang ratu kopi yang lelet ini, lain kali kalau udah bangun
langsung mandi, jangan melamun dulu”
“Niko
ceramah mulu kapan gue mau siap-siapnya”
muka gue pun mulai cemberut.
“ya udah lo duduk aja dulu, bibikk bik santi”
Bibik pun
datang menghampiri gue.
“iya non ada apa”
“bik buatin kopi buat Niko ya”
“ettt ettt gwen, lo lupa gue kan
nggak suka kopi”
Niko
ngebantah kata Gweny, dan Gweny baru ingat kalau Niko nggak suka kopi. Niko ini
paling anti minum kopi, dia bilang kalau yang minum kopi udah kaya kakek nenek
yang duduk sambil baca koran.
“oh iya, trus lo mau minum apa?”
Gweny
meminta Niko minta aja sama bik Santi, sambil nungguin Gweny siap-siap.
“bik saya mau air putih aja ya”
“iya den, tunggu sebentar ya”
Akhirnya gue
selesai juga siap – siap nya, Gweny langsung menemui Niko, kasian dia udah
nunggu lama.
“ayo Nik berangkat”
“eh Gwen udah siap”
“udah”
Sampainya di
kampus Gweny sama Niko mau masuk kelas ternyata dosen udah masuk duluan. Gweny
sama Niko malah milih buat balik aja. Tapi selama diperjalanan Niko ngomel
mulu.
“ini semua gara gara lo Gwen coba
aja gue jemput tadi lo udah siap pasti nggak bakalan telatkan”
“lo nik, kok lo jadi nyalahin gue
sih’’
“ya iya andai aja lo dengerin kata
gue pasti kita nggak bakalan telat, sebentar lagi kan mau ujian, nanti kita
ketinggalan pelajaran”
“jadi lo nyalahin gue, oke kalau
gitu lo nggak usah jemput gue lagi, anggap aja lo bukan teman gue”
“kok lo yang marah sama gue,
seharusnya gue yang marah sama lo.”
Saat itu aku
kesel banget sama Niko, gue memilih untuk turun dari mobil dan pulang
sendirian.
“ya udah Nik stop, gue turun disini
aja, biar gue pulang sendiri”
Niko pun
langsung berhenti dan gweny langsung keluar aja dari mobil. Udah 15 menit Gweny
nunggu taksi tapi belum ada yang lewat
“taxsi nya mana ya, kok belum lewat
sih, udah 15 menit gue disini cuaca juga mendung”
Gweny mentap
handphone dan melihat jam yang sudah pukul 04:30.
“gweny kira-kira lo udah dirumah
belum ya, mau ujan lagi”
Niko ngomong
sendiri di kamar, karna dia meras bersalah udah nurunin Gweny di jalanan.
Gweny
melihat ada cafe di sebrang jalan
“kebetulan ada cafe, mending gue
kesitu aja”
Gweny
langsung memesan kopi kesukaanya.
“Mbk kopi ya”
“baik tunggu sebentar ya”
Handphone
Gewny pun berdering ternyata telphone dari Niko
“Niko, ngapain dia nelphone gue, gue
tau pasti dia kawatir kan?’’
Gweny cuek
aja dengan hanphone nya
“Niko Niko kita sering kaya gini,
nanti pasti teguran lagi, Niko nggak bakalan mampu kalau nggak ngomong sama gue
seharii aja”
Dan yang
kesekian kalinya telphone dari Niko direject, akhirnya Gweny luluh juga untuk
mengangkat telephon dari Niko.
“hallo Gwen, Lo udah dirumah?, lo
kemana aja, kok lo nggak angkat telphone dari gue sih”
Terdengar
suara Niko yang lagi panik banget, Gweny malah tertawa geli mendengar ucapan
Niko.
“lohh gwen kok lo malah ketawa sih,
gue serius ni”
“gue lagi di cafe lagi minum kopi”
“ya udah lo kirim alamatnya, nanti
gue nyusul”
“iya”
Berrapa
menit kemudian Niko pun datang untuk menemui Gweny
“Gwen lo ngga kena hujan kan, lo
marah ya sama gue”
Ternyata
yang Gweny pikirkan benar bahwa Niko kawatir sama dia.
“Nik lo alay banget sih, biasa aja.
Gue baik baik aja kok”
“iya iya Gwen gue ngaku salah,
maafin gue ya”
Gweny
berfikir dua kali untuk maafin Niko, dan mulailah kefikiran buat ngerjain Niko
“gue bakalan maafin tapi ada
syaratnya”
“apa??”
“lo harus janji kalau lo bakalan
nurutin apa yang gue mau”
“oke deh gue janji”
“janji”
Mereka pun
bersalaman
“Gwen ini udah sore yuk balik, hujan
juga udah reda”
“yuk”
Padahal
gweny udah kepikiran mau pulang, ternyata di tengah perjalanan Gweny meminta
untuk Niko stop, dan dia memandang ke arah taman.
“Nik Stop.”
Niko heran
kenapa Gweny memintanya untuk stop
“Gwen lo mau minta Gue nurunin lo di
sini lagi?, nggak ah”
Tiba-tiba
gweny langsung keluar dari mobil dan berlari ketaman itu. Niko heran apa yang
sedang Gweny lihat. Niko berlari mengejar Gweny, dan ternyata
“hemmm pantesan”
Niko pun tak
heran kenapa Gweni tiba-tiba berlari, ternyata iya melihat sebuah magic hours.
Menurut Gweny magic hours itu dimana pada saat itu keindahan tergambar di depan
mata kita, dan salah satunya ini,saat matahari mulai tenggelamdan keindahan nya itu sangat sempurna sempurna.
“Gwen udah yuk balik, nanti nyokap
lo kawatir nyariin lo”
Gweny tak
menghiraukan apa yang Niko bicarakan
“Nik sini deh”
Gweny
memanggil Niko untuk duduk di samping nya ditaman, Niko pun menghampiri Gweny.
Gweny langsung memesan dua gelas kopi di kantin dekat taman.
“lohh Gwen kok lo mesan kopi nya dua
sih?? Lo haus banget ya??
Niko pun
mulai heran
“siapa bilang gue mau minum
semuanya”
“lalu untuk siapa?”
“ya untuk lo lah”
Niko
terkejut dengan ucapan Gweny.
“gwen lo kan tau kalau gue nggak
suka kopi”
“lo kan udah janji kalau lo bakalan
nurutin apa yang gue mau.”
Dengan
sangat terpaksa Niko pun minum kopi itu sambil menutup hidungnya.
“uhukuhkkk kopinya pahit banget gula
nya kurang kali”
“ hemmm kenapa ya orang-orang selalu
saja bilang kopi nya pahit, dan yang disalahkan pasti gulanya yang kurang”
Ucap gweny
sambil melihat Magic hours.
“jika kopinya terlalu manis pasti
yang disalah kan gulanya yang terlalu kebanyakan. pahit salah manis salah,
minta yang sempurna tapi nggak pernah mensyukurinya.”
“ya elah Gwen Zaman sekarang mana ada yang bisa mensyukuri
apa yang mereka dapaptkan, karna mereka ngersa itu belum cukup”
Gweny makin
heran dengan apa yang dikatakan Niko
“ternya benar ya bahagia itu
sederhana”
“iya bahagia itu memang sederhana,
tapi kita aja yang buatnya menjadi rumit”
“Nik lo tau nggak, gue hanya liat
Magic hours sambil minum kopi aja udah bahagia banget.”
Gweny pun
senyum sendiri
“mulai deh menghayal”
Gweny pun
merubah topik pembicaraan mereka
“Nik lo percaya nggak kalau cinta
itu bisa buat kita bahagia?”
“menurut gue sih nggak lah Gwen,
karna yang lebih buat kita bahagia itu
sahabat, kenapa? karna jika kita yang awalnya sahabatan trus pacaran lalu
putus, yaudah nggak bakalan teguran lagi”
Sambil
menatap Gweny dengan kata kata bijaknya itu
“ya iya sih tapi itu kan tergantung
dari diri kita masing masing”
“iya tapi kebanyakan orang seperti
itu”
“Nik kira kira antara kita berdua
yang pertama dapetin cinta sejatinya siapa ya?”
“ya kamu lah kamu kan centil”
Gweny pun
membayangkan bagaimana saat saat bahagianya itu saat menemukan cinta sejatinya.
“apaan sih nik”
“Gwen balik yuk, udah gelap ni”
“Nik lo harus janji ya, meskipun
kita udah punya pasangan masing- masing nanti, nggak boleh lupa satu sam lain
ya, kita harus sering telphone-telphone ya
“emm, makin ngelantur aja, ayo
balik”
“yukk”
Ternyata
perasaan Niko itu berubah yang awalnya dia memikirkan bahwa cinta itu nggak
bisa buat kita bahagia, lama kelamaan perasaan Niko berubah kepada Gweny.
Tetapi Gweny tidak pernah sadar bahwa Niko itu suka padanya.
wait for the
next story connection
Komentar
Posting Komentar